GARAM YANG HEBAT

 

ARTIKEL

GARAM YANG HEBAT

 

 

Disusun Oleh:

Yayat Suryati, S. Pd.

NIP. 19680207 199403 2 003

 

 

 

SD NEGERI SUKAHARJA I

TELUKJAMBE TIMUR KARAWANG

2020-2021





Kata Pengantar

 

     Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat, taufik serta hidayahnya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan artikel ini. Sholawat dan Salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, pada keluarganya, pada para sahabatnya, serta pada kita umatnya. Aamiin

 

     Artikel ini dibuat untuk melengkapi laporan kegiatan WEBINAR SAGUSAKEL yang diselenggarakan oleh IGI Kota Cirebon.

Semoga penulisan artikel ini bermanfaat bagi semuanya, terutama bagi kami sebagai ilmu pengetahuan dan hiburan bacaan kami.

Akhir kata, kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan artikel  ini Apabila ada kekeliruan kata atau kalimat kami mohon maaf yang sebesar besarnya.

Terimakasih.

 

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

 

Sukaharja, 14 September  2020

Penulis,

 

 

Garam dapur yang hebat

Text Box:  Text Box:

 

 

 

Garam merupakan salah satu bumbu dapur yang familiar bagi banyak orang. Selain harganya terjangkau, garam juga punya manfaat besar bagi kesehatan dan kecantikan.

Setiap manusia pada dasarnya membutuhkan garam untuk keseimbangan cairan dan fungsi otot maupun saraf. Garam memiliki kandungan natrium tinggi. Tetapi Anda harus mengonsumsi garam secukupnya, jangan terlalu berlebihan.

Tubuh manusia akan mengatur berapa banyak natrium yang dikandungnya. Jika kadarnya terlalu tinggi, tubuh akan mudah haus. Sehingga mengonsumsi banyak garam bisa berisiko memicu batu ginjal, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskular.

Akan tetapi apabila kita kekurangan natrium dalam garam, tubuh akan mudah terserang hiponatremua, sakit kepala, depresi, hingga otot mudah kejang.

American Heart Association (AHA) merekomendasikan asupan garam sekitar satu sendok teh dalam satu hari. Kandungan natrium dalam garam diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan, kesehatan jantung, hati, dan ginjal.

Garam juga berfungsi mengatur aliran darah sehingga mencegah tekanan darah rendah maupun darah tinggi. Tak hanya bagi kesehatan, garam juga

Berikut adalah manfaat garam bagi kesehatan dan kecantikan, seperti dirangkum dari Medical News Today, Rabu (23/10/2019).

1. Manfaat Garam

1. Baik bagi Kecantikan

Garam dapat membantu mencerahkan kulit karena memiliki kandungan yang dapat membunuh dan membersihkan kotoran serta kuman pada kulit. Anda bisa mencampurkannya dengan air hangat dan membasuhnya pada kulit.

Air garam juga mampu mengobati dan menghilangkan jerawat. Ramuan ini merupakan mineral yang sangat baik untuk membantu membersihkan kuman dan bakteri, terutama pada kulit wajah. Selain menghilangkan jerawat, air garam dapat mencegah timbulnya masalah kulit yang satu ini.

Garam juga bisa menghaluskan dan menghilangkan komedo. Garam bisa membasmi zat-zat bahaya akibat radikal bebas. Anda bisa membasuh wajah dengan air garam selepas beraktivitas seharian.

2. Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Air garam adalah salah satu cara alami untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Garam juga berfungsi sebagai obat sakit. Anda bisa berkumur dengan air garam selama satu menit.

Garam akan membantu membunuh bakteri yang berada di gigi dan rongga mulut. Di sisi lain berkumur dengan air garam bisa mengobati sariawan dan mengatasi bau mulut tak sedap.

 

 3. Mengobati Luka dan Antiradang

Garam memiliki kemampuan anti-inflamasi yang dapat membantu penyembuhan luka lebih efektif. Mandi dengan air garam akan membantu membunuh bakteri dan mencegah iritasi kulit.

Air garam bisa meningkatkan tingkat hidrasi kulit sehingga membuat proses penyembuhan luka bisa lebih cepat. Anda bisa menambahkan satu sendok makan garam ke kolam mandi yang telah diisi air hangat.

4. Mencegah Diabetes

Garam sangat dianjurkan bagi pasien penyakit diabetes. Namun Anda hanya boleh mengonsumsinya sedikit, maksimal satu sendok makan per hari.

Diet garam dapat melemahkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan memetabolisme glukosa, memberkan tingkat energi yang buruk ke hati, otot, dan sistem saraf, kemungkinan mengarah ke diabetes tipe 2.

5. Menjaga Kesehatan Jantung

Garam berkhasiat mengatur tekanan darah tubuh yang berdampak pada kesehatan kardiovaskular. Hal ini biasanya berkaitan dengan penyakit stroke dan serangan jantung.

Asupan kalsium, magnesium, dan natrium yang tidak seimbang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Oleh karena itulah Anda perlu mengontrolnya dengan garam.

SumberMedical News Today

Disadur dari Bola.com (penulis Novie Rachmayanti/Editor Yus Mei, Published 23/10/2019)

 

 

 

 

 

2. Akibat Kurang Mengonsumsi Garam

Menurut peneliti, kurang mengonsumsi garam justru membuat kita mengalami berbagai masalah kesehatan.

 

"Asupan natrium yang rendah memang mengurangi tekanan darah. Akan tetapi, jika terlalu rendah bisa menyebabkan ketidak seimbangan hormon yang meningkatkan risiko kematian dan penyakit kardiovaskular," kata Andrew Mente, selaku pemimpin riset.

 

Selain itu, garam juga mengandung sodium. Saat tubuh kekurangan sodium, kita berisiko mengalami berbagai hal berikut:

1.    Meningkatkan resistensi insulin :

Beberapa penelitian telah mengaitkan diet rendah sodium dengan peningkatan resistensi insulin. Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh tidak merespons dengan baik sinyal dari hormon insulin sehingga gula darah dalam tubuh menjadi tidak seimbang. Resistensi insulin juga membuat kita berisiko mengalami berbagai penyakit seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

 

2.    Meningkatkan risiko kematian akibat gagal jantung

Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak mampu memompa cukup darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan darah dan oksigen.

Diet rendah sodium juga bisa meningkatan risiko kematian pada orang dengan gagal jantung hingga 160 persen.

 


3.   Meningkatkan kolesterol jahat dan trigliserida

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk peningkatan LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa diet rendah sodium dapat meningkatkan kadar LDL (buruk) kolesterol dan trigliserida.

Riset 2003 juga membuktikan diet rendah sodium menyebabkan 4,6 persen peningkatan kolesterol LDL (buruk) dan 5,9 persen peningkatan trigliserida.

 

3.    Meningkatkan risiko Hiponatremia

Hiponatremia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kadar natrium yang rendah dalam darah. Gejalanya mirip dengan dehidrasi. Dalam kasus yang parah, hiponatremia bisa menyebabkan otak membengkak yang memicu sakit kepala, kejang, koma, dan bahkan kematian.

Populasi tertentu, seperti orang berusia lanjut, memiliki risiko hiponatremia yang lebih tinggi.

Hal ini terjadi karena orang dewasa yang lebih tua cenderung memiliki penyakit yang mengharuskan konsumsi obat denngan efek mengurangi kadar natrium dalam darah.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dianggap Penyebab Penyakit, Kurang Konsumsi Garam Justru Berbahaya", Klik untuk baca: https://health.kompas.com/read/2020/07/03/103200668/dianggap-penyebab-penyakit-kurang-konsumsi-garam-justru-berbahaya?page=all.
Penulis : Ariska Puspita Anggraini

Editor : Ariska Puspita Anggraini



3. Akibat Kelebihan Mengonsumsi Garam

Menjaga kadarnya adalah hal yang terpenting, sebab garam juga memiliki beberapa manfaat untuk tubuh kita. Garam atau sodium, dalam jumlah yang cukup, dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan cairan di tubuh, dan berperan dalam menjaga fungsi saraf serta otot.

Banyak makan garam bisa menyebabkan darah tinggi. Tapi ternyata, ada juga penyakit lain yang bisa timbul akibat konsumsi garam berlebih.

 

1. Penyakit jantung

Garam bisa meningkatkan tekanan darah dan menimbulkan darah tinggi. Kondisi ini merupakan penyebab penyakit jantung yang paling umum. Hampir dua per tiga dari seluruh kasus stroke dan setengah dari kasus penyakit jantung, disebabkan oleh hipertensi.

2. Penyakit ginjal kronis

Sama seperti penyakit jantung, penyakit ginjal kronis juga bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Orang yang mengidap penyakit ini, lebih sensitif terhadap asupan sodium atau garam di tubuh.

Penyakit ginjal kronis dan hipertensi berhubungan dengan siklus yang berkesinambungan. Pasalnya, ginjal berperan dalam metabolisme garam di tubuh. Jika ginjal tidak dapat mengeluarkan natrium dengan baik, maka metabolisme garam di tubuh menjadi terganggu dan garam akan menumpuk di tubuh, dan menyebabkan naiknya tekanan darah.

3. Osteoporosis

Jumlah kalsium yang keluar melalui urine, akan bertambah seiring dengan meningkatnya kadar garam di tubuh. Apabila kadar kalsium di dalam darah berkurang dari yang seharusnya, maka tubuh akan mengambil kalsium dari dalam tulang untuk menyeimbangkan kekurangan kalsium.

Hal ini menyebabkan kesehatan tulang akan terganggu hingga mengalami pengeroposan tulang atau osteoporosis.

4. Kanker

Mengonsumsi garam berlebih, juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker lambung.

5. Hipernatremia

Terlalu banyak natrium di dalam darah, bisa menyebabkan kondisi yang disebut hipernatremia. Penyakit ini merupakan gangguan akut yang terjadi saat seseorang tidak mendapat cukup makanan atau minuman, sehingga garam tidak dapat dicerna dengan baik oleh tubuh.

Akibatnya, penumpukan garam pun terjadi. Saat sodium di darah menumpuk, akan terjadi gangguan metabolisme di tubuh yang bisa berujung pada penumpukan cairan di organ tubuh, termasuk otak. Hal ini bisa menyebabkan kejang, koma, bahkan berujung kematian.

6. Gangguan saraf

Garam memang penting untuk menjaga fungsi saraf. Tapi, jika berlebihan, konsumsi garam justru akan berbalik merusaknya. Di tubuh kita, diperlukan keseimbangan antara sodium (garam) dengan kalium untuk menjaga fungsi saraf tetap normal.

Jika kadar sodiumnya terlalu banyak, maka keseimbangan akan terganggu. Begitu pula dengan fungsi saraf, yang juga akan mengalami gangguan.

 

 

 

 

 

yats.suud0709@gmail.com